Tuesday, April 4, 2017

CHOCOLATE OR LOVE

Bukankah perasaan terhebat itu adalah timbulnya cinta terhadap orang yang nggak pernah kita duga selama ini? 



Setelah setahun putus dari Steven, akhirnya Abela bisa move on juga. Hanya saja, ia bukan  move on kepada siapapun melainkan mengosongkan hati dan pikirannya, berusaha untuk tidak menyimpan perasaan galau lagi terhadap Steven.
Setiap ia mengingat apa yang di lakukan Steven, perasaan sakit itu masih terasa jelas di hati Abela.
Siapa yang tidak sakit mengetahui bahwa Steven ada bermain belakang dengan Natasha, ya Natasha adalah perempuan yang Abela kenal. Hanya sebatas kenal, tidak lebih dari itu.

Sudah jam 11.30 siang, saatnya Abela pergi ke kampus. Ia pun segera mengambil kunci mobilnya yang berada di meja riasnya. Saat di tengah perjalanan, handphone Abela pun berbunyi, ternyata Cika yang menelefon.

"Halo, Bel?"
"Halo, kenapa Cik?"
"Besok lo kemana?"
"Kenapa emang? Belom tau sih. Gue mau ke PIK aja kayaknya, cobain tempat baru."
"Temenin gue yuk ke undangan temennya koko gue. Gue di paksa dateng nih wakilin koko gue."
"Dimana undangannya? Jam?"
"Di Kempinski, jam 6 sore. Besok gue jemput deh, kita nyalon bareng. Lo siapin baju aja buat besok."
"Males banget, Cik. Dari tempat gue sih jauh loh kesana."
"Ya kan makanya tadi gue bilang, gue jemput. Jam 3 sore gue jemput ya, temenin please.."
"Oiya *tertawa* okedeh, kalo di jemput sih gue mau. Yauda besok berkabar lagi ya, Cik. Gue nyetir dulu nih.Bye"
"Awas lo ya kalau nggak jadi. Oke, Bel, bye."



No comments:

Post a Comment